Minggu, 19 Februari 2012

KISAH NABI IDRIS MELIHAT SURGA & NERAKA

~¤~ KISAH NABI IDRIS MELIHAT SURGA & NERAKA ~¤~

Bismillah....

Semga kisah ini menambah keimanan kita untuk brusaha meraih surga seperti yg dijanjikan ALLAH SWT untuk hamba"yg bertaqwa...

Setiap hari malaikat izrael dan nabi idris beribadah bersama,suatu kali.sekali lagi nabi idris mengajukan permintaan "BISAKAH ENGKAU MEMBAWA SAYA MELIHAT SURGA & NERAKA??

¤ wahai nabi ALLAH,lagi"permintaanmu aneh kata malaikat izrael,setelah malaikat izrael memohon izin kepada ALLAH.dibawalah nabi idris ketempat yg ingin dilihatnya.

¤ ya nabi ALLAH,mengapa ingin melihat neraka ?? Bahkan para malaikatpun takut melihatnya.kata malaikat izrael.

¤ terus terang saya takut sekali kepada azab ALLAH itu,tapi mudah-mudahan iman saya menjadi tebal setelah melihatnya.nabi idris menjelaskan alasannya.

¤ waktu mereka sampai didekat neraka,nabi idris langsung pingsan.penjaga neraka adalah malaikat yg sangat menakutkan.ia menyeret manusia"yg brdosa kepada ALLAH semasa hidupnya.nabi idris tdk sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu...

¤ api neraka berkobar dahyat,bunyinya bergemuruh menakutkan,tak ada pemandangan mengerikan dibandingkan tempat ini.dengan tubuh lemas nabi idris meninggalkan tempat yg mengerikan itu,kemudian malaikat izrael membawa nabi idris kesurga...

¤ Assalamualaikum...kata malaikat izrael kepada malaikat ridwan,malaikat penjaga pintu surga yg sangat tampan.wajah malaikat ridwan selalu berseri-seri dihiasi senyum ramah.siapapun akan senang memandangnya,sikapnya amat sopan dg lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga,untuk memasuki tempat yg mulia itu.

¤ waktu melihat isi surga,nabi idris kembali nyaris pingsan karena terpesona.semua yg ada didalamnya bgt indah & menakjubkan.nabi idris terpukau tanpa bisa berkata apa"melihat pemandangan yg sgt indah didepannya.

¤ subhanallah..subhanallah..subhanallah,ucap nabi idris berulang-ulang....

¤ nabi idris melihat sungai yg airnya seperti kaca,dipinggir sungai terdpt pohon"yang batangnya terbuat dari emas dan perak.ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga.pohon buah"an ada disetiap penjuru.buahnya segar,ranum dan harum.

¤ waktu berkeliling disana nabi idris diiringi pelayan surga.mereka para bidadari yg cantik jelita,dan anak"muda yg tampan wajahnya.mereka bertingkah laku dan berbicara dg sangat sopan.
Mendadak nabi idris ingin meminum air sungai surga,bolehkah saya meminumnya?airnya keliatan sejuk dan segar sekali.

¤ silahkan minum,inilah minuman untuk penghuni surga.jawab malaikat izrael,pelayan membawa gelas minuman berupa piala yg trbuat dri emas dan perak.nabi idrispun meminum air itu dg nikmat.dia amat bersyukur bs menikmati air yg bgt segar dan luar biasa enak.tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu.

¤ alhamdulillah...alhamdulillah... Alhamdulillah ucapnya berulang"....

Setelah melihat surga tibalah waktunya nabi idris untuk kembaki kebumi,tapi ia tdk mau kembaki kebumi.hatinya sdh terpikat kenikmatan dan keindahan surga ALLAH SWT.

Saya tdk mau keluar dri surga ini,saya ingin beribadah kepada ALLAH,sampai hari kiamat nanti.

¤ tuan boleh tggal disini sampai hari kiamat nanti,stlh amal ibadah dihisab oleh ALLAH SWT,baru tuan bisa menjd penghuni surga bersama para nabi dan org yg beriman lainnya..kata malaikat izrael.

¤ tapi ALLAH maha pengasih trutama kpd nabinya,akhirnya ALLAH mengkaruniakan sebuah tempat yg mulia dilangit.dan nabi idris menjadi satu"nya nabi yg menghuni surga tanpa mengalami kematian.pada waktu diangkat ketmpt itu nabi idris berusia 82 tahun.

¤ firman ALLAH : Dan ceritakanlah idris didalam al-quran,sesungguhnya ia sangat membenarkan,dan kami tlg mgangkatnya kemartabat yg tinggi (QS.Al-anbiya:85-86)

¤ pada saat nabi MUHAMAD SAW,sdg melakukan perjalanan isra miraj kelangit,beliau bertemu nabi idris.siapa orang ini tanya nabi MUHAMAD SAW kepada nabi jibril?yang mendampinginya wkt itu.

¤ inilah idris jwb malaikat jibril,nabi MUHAMAD SAW mendpt penjelasan ALLAH tentang nabi idris dlm alquran surat al-anbiya ayat 85-86 serta surat maryam ayat 56-57.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar